Belajar Bisnis Kedai makanan part 1

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({
google_ad_client: “ca-pub-2952963125905402”,
enable_page_level_ads: true
});

Jadi ceritanya saya dengan teman saya sudah dari beberapa tahun lalu membuat sebuah wacana untuk kerjasama membuka suatu usaha makanan alias warung makan di area kampus UNS dengan kosep japanese korea street food, hingga akhirnya pada Rabu, 5 april 2017 kemarin hal itu terwujud. kita bagi tugas teman saya bertugas sebagai HRD dan saya sebagai Manager tapi ya kadang saya berperan sebagai HRD dalam mencari SDM juga. Banyak hal yang sudah kita lalui, namaya juga masih newbie pertama buka pada hari itu perasaan antusias semangat luar biasa menggebu gebu alhamduliah juga strategy pemasaran berupa diskon dan penetrasi waktu opening yang telah saya lakukan berhasil mendatangkan ombak tsunami para mahasiswa dan mahasiswi berjibun menghantam ke kedai kami, tapi mungkin kesalahan telah kami perbuat, hari itu kita buka dari jam 11 siang hingga 7 malam dan kesalahan lagi adalah SDM dipaksakan untuk lembur karena peminat masih banyak berdatangan. Alhasil capek luar biasa dan kondisi kitchen jadi hancur (dlm artian ternyata tempat bahan untuk naruh naruhnya kurang luas), saya lihat ekpresi anak –  anak mulai kelelahan yang teramat, malam itu setelah perjalanan yang melelahkan saya coba evaluasi kinerja, overall bagus dan saya minta masukan dari anak – anak rekan kerja (karyawan) , semua diam tidak ada issue apapun.

Kedai Rumami   kedai.rumami  • Foto dan video Instagram.png

Ke esokan harinya ketika mau buka ada salah satu karyawan pembuat minum dan penyaji kita gak masuk tanpa pemberitahuan (mungkin kecapekan dan sakit), hari itu juga saya dan teman saya harus mengambil sebuah keputusan untuk lanjut buka atau sementara tutup karena kekurangan SDM, kebetulan teman saya berperan sebagai kasir dan pelayan, karyawan minuman berperan membuat minum dan membantu menyajikan, saya sendiri berperan sebagai koki, bersama karyawan satu lagi yg berperan sebagai koki juga. nah ketika pembuat minum tidak ada kita kawatir tidak bisa melalui terjangan tsunami para anak kuliahan, saya mencoba mencari pengganti posisi karyawan minuman dalam sehari itu karena tidak ada kabar sama sekali. Dalam fikir saya jika memang dapat sehari ini penggantinya yang mau dibayar harian maka kedai kami akan lanjut oprasional berhubung segala hal sudah siap untuk di jual tapi usaha saya gagal karena tidak ada satupun yang bisa hire, ya mencari orang memang susah apalagi yang berkompeten. oke akhirnya saya pasrah saya Tuhan mungkin memang harus gini dulu prosesnya. Saya dan teman saya memutuskan untuk tutup selama 3 hari untuk mencari karyawan tambahan, merubah sistem, renovasi dapur, merubah jam oprasional yang bikin galau antara jam yang menghasilkan uang banyak atau jam santai yang uangnya juga sedikit. Teman saya memilih untuk buka jam santai, beberapa hari kemudian karyawan minum yang tadinya ga ada kabar mulai kontak kami kembali, alhamdulilah dapat kabar baik dia mau bekerja lagi dan meminta maaf atas apa yg sudah dia lakukan hingga membuat kedai kami harus off beberapa hari. kemudian saya kembali terangkan soal kontrak kerja yang sudah di assigment (maklum anak smk masih pada belia umurnya jadi ya gitu dehh.. ) kemudian teman saya menambah satu orang lagi khusus untuk pembayaran dan pelayan serta tanggung jawab kebersihan area pembeli. Tepat pada senin 10 april 2017 kita kembali buka, alhamdulilah sisemnya baru anak – anak juga sepakat dan renovasi kedai juga sudah selesai.

hikmah :

intinya dalam sebuah usaha ataupun jalan kehidupan pasti selalu ada sebuah keputusan besar yang harus diambil untuk melangkah menjalani hari hari kedepan lebih baik, berfikir bijak dan tenang adalah hal terbaik untuk mendapatkan pilihan yang terbaik, serta tidak memaksakan suatu kondisi jika seseorang tersebut memang tidak bisa sekali untuk mencapainya, maka jangan paksakan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s