SDM – Belajar Bisnis part 2

 

Hai blogwalker, lagi nih mau sharing soal belajar bisnis kedai makanan yang sedang saya bangun. Ya sempat ada bapak gojek bilang, berani ya mas nya masih muda udah buka usaha kedai cafe seperti ini. Well.. saya sendiri kadang juga heran jika saya dan partner saya terlalu berani ambil resiko, tapi gimana lagi kalau kita tidak segera mencoba gimana kita akan tahu hasilnya, iya khan ? Dari itu saya selalu untuk berani mencoba tetapii… dengan satu syarat brainstroming nya dimatengin bener jadi pijakan tidak terlalu jauh jika terpeleset.. pernah saya mengalami galau juga, banyak pertanyaan dalam benak saya, bisa jalan ga ya nanti kalau seperti ini, seperti itu, bla bla blaa.. jadi seperti sebuah ekspreimen dalam sebuah laboraturium, jika di pikir saja tidak pernah tau hasil yang sebenarnya akan terjadi alias hanya opini kita saja secara subjektif tidak objektif..dari itu perlu adanya uji coba dan uji coba, misal dengan cara A oh reaksinya begini, reaksi B ohh begini.. seperti itulah yang saya terapkan berhubung saya juga masih newbie dalam bisnis seperti ini hanya berbekal pengalaman waktu kecil, bantu orang tua saya punya usaha warung makan soto dan bakso jadi setidaknya kurang lebih saya punya pengalaman berdagang makanan juga. Selain juga saya sering mengamati sebuah cafe, resto dan warung makan ketika hangout. Dari sistem pelayanannya, cita rasa makanan, penyajian, dan sedikit chit chat dengan orang yang bekerja dlm management sebuah resto. Hihihi.. kepo kepo gitu dah.. tanpa kepo ga bakal dapet banyak informasi.

Kini kedai sudah berjalan beberapa bulan, alhamdulilah.. kini fokus pada cita rasa menu agar tetap enak dan di sukai banyak orang, perawatan bahan makanan, inovasi menu kekinian agar tidak bosan, serta management karyawan.. beuh yang paling agak sulit yaitu memanage karyawan, namanya orang kan punya beda beda sifat, beda beda pula penanganannya, ada karyawan yang lemod, ada karyawan yang cepat. Ada yang di sindir saja sudah paham ada yg harus selalu di kasih tau baru paham, hadehh sabar sabar wkwkwkkw, kadang ketawa sendiri saya melihat apa yang terjadi. Saya juga sering mempelajari soal ke HRD an untuk develop karyawan, dan juga mempelajari sebagai SPV dan manager.. yahh pada akhirnya saya yang banyak melakukan ini karena partner saya masih perlu banyak belajar. Kadang bingung juga ketika berhadapan dengan karyawan yang produktivitas nya kurang, harus di develop seperti apa ya.. selama ini saya sudah mencoba jadi atasan yang baik dengan cara menghaluskan ucapan saya, ketika ada kesalahan saya peringatkan halus tanpa potong gaji, jika sakit saya coba beri keringanan libur kerja dan obat, (tapi saya juga hanya manusia biasa sih yang tak luput dari salah, lol) tetapi entah mengapa sepertinya cara saya salah, atau memang SDM nya yg kurang berkompeten ? Akhirnya saya coba sharing dengan teman saya yang berkerja di sebuah pabrik di tanggerang. Kebetulan dia bekerja sebagai SPV yang membawahi anak anak pabrik. Setelah sana sini sana sini dan akhirnya teman saya bilang, ya mungkin ga kompeten tapi coba bicarakan dulu dengan yang bersangkutan berikan sengatan apakah dia sanggup berubah lebih baik untuk kedai jika ingin masih bekerja di kedai. Tetapi memang perlu di ingat mengganti SDM pun memang blm tentu dapat yang lebih baik, nahh lagi lagi dihadapkan pada sebuah keputusan.. mumpung masih dalam masa training sihh jadi saya mau ga mau harus berfikir cepat.. apakah masih pakai orang lemod tersebut atau mencari yang baru ? sempat juga sharing dengan seorang manager salon yang membawahi anak lulusan SMK juga, manager tersebut bilang meman untuk karakter anak seumur itu masih perlu waktu lama untuk dapat menjadi seperti yang di butuhkan oleh kedai, sekitar 6 bulan oke akan saya coba dan lihat selama 6 bulan tersebut jika memang tidak kompeten mau tidak mau memang harus ganti. Beberapa waktu juga saya coba interview terselubung dengan SDM saya yang lain, berharap bisa mendapat sudut pandang yang berbeda, yang lebih dekat dengan SDM yang kurang berkompeten tersebut. dan yah saya akhirnya memiliki cukup data untuk megambil sebuah keputusan kelak.

Selain dari sharing perorang saya juga melakukan browsing di internet sebagai acuan juga untuk wawasan, itu juga mengapa saya membuat blog seperti ini, ya niatnya untuk berbagi juga karena saya mengalami sendiri sebagai orang awan minim pengalaman ketika berhadapan dengan kejadian seperti ini bingung harus sharing dengan siapa, ada istilah “google is your friend” dalam lingkup anak anak IT, tapi benar sih ketika kita berfikir sesuatu kita dapat juga menanyakannya ke google. haha berikut link yang saya temukan yang berisi orang sharing tentang usahanya juga.

https://www.kaskus.co.id/thread/527e1f0f3c118edc5e00000c/sharing-hebat-pertama-kali-usaha-langsung-tutup–pengalaman-sukses-agan-agan/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s